Tuesday, August 29, 2023

Draft Sejak 19 Juni 2017

Belakangan, saya lebih suka jalan-jalan sendirian. Terlebih ke luar Indonesia. Sampai banyak yang menanyakan apa enaknya jalan-jalan sendirian.

Pun awalnya saya takut. Tapi, hasrat ingin jalan-jalan jauh lebih besar dibandingkan rasa takut saya sehingga akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Dalam kesendirian itu saya belajar banyak hal. Saya belajar lebih berani, lebih rajin, lebih peka, lebih mementingkan orang lain, lebih memerhatikan sekitar, lebih fokus, dan sederet lebih lainnya. Dalam kesendirian itu saya lebih merasa diri saya berkembang.

Pun awalnya saya berpikir, apakah bisa saya sendiri, di tengah-tengah keramaian yang sama sekali asing, dengan bahasa dan budaya yang berbeda. Setelah saya jalani, sekali, dua kali, beberapa kali, saya menikmatinya. Saya menjadi diri saya sendiri.

Puji Tuhan saya selalu dikelilingi oleh orang baik. Setiap orang yang saya sapa, menyapa dengan ramah. Yang saya tanyakan jalan, menjawab dengan sungguh-sungguh. Yang melihat saya kebingungan, membantu mengarahkan. Saya diberkati sebagai orang asing, diberi hal-hal yang positif. Tidak semua yang saya temui baik, tapi jumlah mereka tidak sebanding kebaikan orang lain yang saya terima. Puji Tuhan.

NB: Pun 6 tahun kemudian, ketika saya buka draft ini, saya sedang jalan-jalan sendirian

Thursday, January 21, 2016

Sakit Awal Tahun

Hari ini sudah hari ke-21 di bulan Januari 2016 ini. Dan saya sudah beberapa kali sakit. Sudah dua kali izin tidak masuk kantor karena badan lemas takberdaya.

Sampai saya berkata kepada teman saya bahwa tahun ini tidak cocok dengan saya. Baru 21 hari dan saya tumbang beberapa kali. Dia menepis dan berkata mungkin nanti saya akan diberi banyak rezeki, akan diberi jodoh, akan dapat hal-hal baik.

Ya, saya hanya berharap semoga sakit awal tahun ini pertanda bahwa tahun ini merupakan tahun baik karena di awal tahun saya sudah berkutat dengan rasa sakit. Semoga. Amin.

Monday, September 14, 2015

Let's Get Lost! Singapore!

Sebelumnya...
Bulan Maret 2015 lalu, saya berlibur ke Singapura bersama beberapa teman kantor. Namun, karena terlalu "drama" dan rasanya kurang puas, pulang dari Singapura saya langsung membeli tiket ke Singapura untuk bulan September 2015. Sendirian.

Hari Pertama

L I B U R A N
S E N D I R I A N

Wow! Ini kali pertama saya liburan sendirian. Agak ketar-ketir gimana gitu. Rasanya takut tapi senang. Penasaran akan jadi apa liburan sendirian ini.

Berangkat dari Soetta dengan penerbangan pertama menuju Singapura, pukul 07.00 dan tiba sekitar pukul 9.30 waktu Singapura. Sampai di Bandara Changi, agak bingung. Bukan bingung bagaimana cara keluar dari Bandara, tapi mau ke mana habis dari Bandara. Jadwal check-in di Kam Leng Hotel sekitar pukul 14.00, sedangkan saya sudah tiba di bandara sejak pagi.

Duduk-duduk bingung beberapa menit, lalu saya putuskan langsung menuju hotel. Sebelumnya saya mencari tahu bagaimana caranya menuju Kam Leng Hotel. Ternyata mudah! Terpujilah Singapura karena transportasi publik yang luar biasa memudahkan. Saya jatuh cinta!

Kam Leng Hotel terletak di Jalan Besar, daerah Lavender. Ternyata mereka memperbolehkan saya check-in lebih awal. Dan hotelnya keren! Interiornya vintage. Saya dapat kamar di lantai empat, di pojok. Kecil tapi bersih jadi tidak masalah. Agak takut karena kesan "jadul" begitu terasa. Keren, tapi horor, tapi keren! Hahahaha...

Lantai Satu, dekat lift

Keluar lift, Lantai Empat

Kamar

Kamar Mandi

Karena cuaca begitu panas, saya agak lama di hotel, sambil sedikit beres-beres. Lalu saya putuskan untuk pergi. Ke mana? Awalnya bingung, tapi akhirnya saya putuskan pergi ke Haw Par Villa karena sebelumnya saya gagal pergi ke sana.

Lagi-lagi terpujilah transportasi publik di Singapura! Semua serba mudah dan cepat. Sampai di Haw Par Villa tidak terlalu lama dan saya tidak nyasar! Udara panas luar biasa menemani saya sepanjang sore di Haw Par Villa.

Di sana sepi, hanya ada beberapa orang. Yang jalan sendiri hanya saya dan satu orang lelaki. Sisanya ada dua kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Luar biasa! Saya lebih nyaman jalan-jalan karena suasana sepi. Tempatnya agak horor. Lagi-lagi horor. Hahahahaha..

Kalau pengen tahu apa itu Haw Par Villa, bisa dilihat di sini. Yah, kurang lebih foto-fotonya seperti di bawah. Harap maklum kalo tongsis terlihat di mana-mana. Yang penting ada dokumentasinya.



Setelah puas melihat-lihat dan foto-foto (sampai diacungin jempol sama tour guide gara-gara saya heboh foto-foto pake tongsis), pulanglah saya.

Bingung mau ke mana, akhirnya saya putuskan pergi ke Vivo Mall, untuk mencari oleh-oleh dan barang titipan. Sempet foto-foto di Harbour Font dulu sih, terus pulang ke hotel.



Hari pertama selesai. Lancar sepanjang perjalanan. Ngga nyasar. Dan sangat menyenangkan! Jalan-jalan sendirian itu menyenangkan. Kalau cape ya duduk, kalo laper ya makan. Pokoknya menyenangkan!

Tuesday, September 8, 2015

Rindu

Rindu itu ketika selesai membaca buku lalu membahasnya.
Rindu itu ketika selesai menonton film lalu membahasnya.
Rindu itu ketika selesai menonton pertunjukan teater lalu membahasnya.
Membahasnya dalam sebuah tulisan utuh.

Rindu itu mereka.

Saturday, August 22, 2015

Bigbang Made Tour Indonesia

Bigbang made VIP
VIP made Bigbang

Sebenernya konser ini sudah berlangsung tiga minggu kemarin, tepatnya 1 Agustus 2015, tapi sampai sekarang saya masih tidak bisa melupakan bagaimana rasanya berhadapan langsung dengan mereka.

Ya, saya VIP, sebutan untuk penggemar Bigbang. Kadang, teman-teman saya saja masih mencibir kalau saya ngomongin kekerenan mereka. Tapi, asal tahu saja, Bigbang adalah satu-satunya musisi/artis/atau apa pun sebutannya yang saya kejar sejak saya mengenal mereka. Seumur hidup sampai hari ini, tidak ada yang lain yang bisa membuat saya "seniat" itu.

Promotor memberitahu kalau penonton bisa mulai mengantri sejak pukul 07.00. Saya sudah duduk manis mengantri sekitar pukul 08.00 dengan ribuan penggemar yang lain. Dengan menguras tabungan, saya membeli tiket festival karena saya tahu saya akan menyesal jika saya tidak berada sedekat mungkin dengan mereka.

Beberapa hal membuat saya kecewa sejak mengantri. Awalnya kami antri di luar venue. Lalu kami diperbolehkan masuk dan mengantri di dalam, di ruangan yang dilengkapi pendingin udara. Sebelum masuk, semua makanan dan minuman dikeluarkan dan dibuang, tidak boleh dibawa masuk. Betapa kecewanya saya harus membuang makanan dan minuman yang sangat berharga itu.

Sampai di dalam banyak terlihat food truck. Ah, pantas saja tidak boleh membawa makanan, rupanya promotor bekerja sama dengan penjual-penjual itu. Betapa sedihnya saya melihat makanan di depan pintu masuk yang diabaikan begitu saja.

Kami pun duduk mengantri. Tapi lagi-lagi saya kecewa. Tidak ada batasan antrian per kelas tiket yang baik. Sampai akhir malah tidak ada pengecekan tiket yang berulang. Jika saya jahat, bisa saja saya masuk ke lokasi antrian tiket yang berbeda karena memang tidak diperiksa.  Yang datang belakangan malah bisa masuk antrian depan karena tidak ada pembatas.

Lelah, marah, frustasi, dan tidak sabar. Saling serobot dengan anak-anak tanggung membuat saya berpikir, membeli tiket mahal, punya banyak uang bukan berarti kamu tahu cara mengantri yang baik. Dalam hati saya memaki "dasar mental tidak tahu aturan" dan saya pun akhirnya ikut menyerobot karena kesal.

Awalnya mungkin di depan saya hanya ada 100-200 orang, tapi lama-lama bertambah menjadi 500 lebih orang di depan saya. Bagaimana kami yang datang lebih dahulu tidak kesal. Belum lagi beberapa kali kami disuruh pindah posisi antri, makin banyak lagi yang menyelonong maju.

Jadwal tertulis di tiket pukul 18.30, tapi sampai pukul 18.00 kami belum masuk. Udara mulai panas, terlebih di antrian festival Pink. Saling serobot, saling maki karena banyak yang tidak bisa menghargai. Sampai mulai masuk pun tetap saling serobot ingin masuk lebih dulu.

Perasaan saya sendiri tidak bisa digambarkan. Sangat tidak sabar ingin melihat pertunjukan yang akan ditampilkan Bigbang. Antusias VIP memang luar biasa, melihat video musik yang diputar saja bisa membuat kami bernyanyi bersama.

Pukul 19.00 masih belum dimulai dan penonton masih banyak yang belum masuk. Sampai akhirnya lampu diredupkan dan mereka muncul!

Ya Tuhan (sungguh saya seperti remaja kebanyakan)! Rasanya tidak bisa dibayangkan! Mereka luar biasa! Bigbang luar biasa! VIP pun luar biasa!

Tapi lagi-lagi saya mengumpat "dasar mental bajakan!" Dari awal sampai akhir saya terhalang oleh ponsel-ponsel, kamera, dan alat perekam lainnya yang tidak habis-habisnya dikeluarkan. Saya tahu mereka ingin mengabadikan momen yang langka, tapi ini konser dan seharusnya mereka menikmati nyanyian dan tarian, bukannya sibuk merekam.

Aksi dorong pun terus terjadi sepanjang pertunjukan. Sampai-sampai Taeyang (atau Seungri, lupaaaaaa) berkata bahwa kami harus mundur beberapa langkah. Tidak ada yang patuh, tentu saja. Kami sibuk berteriak dan memuaskan mata. Dan penonton pun banyak yang jatuh pingsan.

Seperti yang sudah diketahui banyak penggemar K-Pop, konser ini akhirnya menuai kritikan, terlebih ditujukan kepada promotor yang bersangkutan, Mecimapro. Petisi pun dimulai untuk meminta klarifikasi akan beberapa hal.

Dari beberapa poin dalam petisi itu, saya tahu persis kejadiannya. Ketika penonton mulai pingsan, yang menolong memang kru dari Korea. Beberapa kali saya melihat mereka sibuk menjaga penonton agar tidak jatuh. Bahkan mereka membagikan air kemasan. Air! Hal yang sangat penting, hal yang tidak boleh dibawa masuk ke dalam!

Kru dari promotor tidak banyak membantu. Ketika saya datang, mencari antrian dan menanyakan pada mereka yang memakai ID Card, mereka tidak bisa menjawab. Mereka bergerombol di sana-sini, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Layar besar sebelah kanan mati. Mikrofon juga beberapa kali aneh. Saya sampai merasa malu, ingin tahu apa pendapat Bigbang tentang hal ini.

Lalu saya dapat kabar bahwa tiket kelas VIP ternyata terjual sekitar 1.200 tiket. Pantas saja kelas VIP dan Pink yang satu area itu terasa sangat sesak. Sampai-sampai kalau kamu pingsan pun kamu tidak akan jatuh.

Tapi, beberapa hal itu tidak membuat saya menyesal datang. Saya puas bisa menonton mereka di Indonesia. Meskipun nanti kalau saya punya rezeki lebih, saya ingin menonton di negara lain yang koordinasinya jauh lebih baik.

Lebih membahagiakan ketika GD menggunggah foto dengan tulisan tentang betapa kerennya VIP Indonesia. Saya sampai terharu berkali-kali kalau ingat hal itu. Seungri pun berkata bahwa dia mencintai VIP Indonesia dan "this is the best concert". OKE! CUKUP! Ahahhahahaha..



Sampai sekarang saya masih terus mencari jejak, mengikuti setiap langkah, dan ingin tahu apa yang mereka lakukan. Katakan saya ABG labil, saya terima. Karena kalau sudah berkaitan dengan Bigbang, saya adalah VIP-nya mereka.

Daebak! Jjang! Jjang!




Friday, July 3, 2015

IQRA!


Tidak banyak membaca, tidak banyak menonton film, tidak banyak bertemu orang baru, tidak pernah menulis membuat saya jadi tidak produktif mengasah otak kanan. Ya, otak kiri juga gini-gini aja sih. Membaca blog orang lalu membuat saya iri. Mereka bahkan bisa bercerita tentang hal yang paling sederhana. Dan saya cuma bisa berpikir, harus saya tulisi apa lagi blog ini.

Saya lalu sadar betapa menulis membuat kepribadian dan daya pikir saya berkembang. Membuat saya bisa lebih sabar dan lebih mengerti orang lain. Membuat saya bisa berpikir lebih matang dan jauh lebih baik. Paling tidak membuat saya lebih daripada ini.

Tapi memang dari dulu mood membaca saya datang dan pergi. Kadang dari satu buku bisa ke buku yang lain. Kadang berbulan baru menyelesaikan satu buku. Itu dulu. Sekarang kadang melihat buku saja tidak punya perasaan rindu apa-apa.

Mungkin nanti blog ini akan kembali saya isi dengan beberapa cerita, tentang keluh kesah, tentang pendapat saya tentang buku, film, atau remah-remah kecil kehidupan saya. Paling tidak, saya ingin membersihkan sedikit demi sedikit sarang laba-laba di sini.

IQRA! BACA!

Friday, May 1, 2015

Rutinitas. Kenyamanan. Jenuh.

"Kenapa lo mau resign?"
"Karena gw udah terlalu nyaman di sini."

Kenyamanan kadang membuat kita malah merasa jenuh. Dulu, ketika masih di Jatinangor, saya membatasi kota itu menjadi zona nyaman saya. Saya jatuh cinta nyaris gila dengan kota itu. Beberapa kali mencoba keluar, tapi segan. Beberapa kali pula jenuh dengan rutinitas yang itu melulu.

Rutinitas. Sebenarnya hal itu yang membuat jenuh. Rutinitas yang nyaman membuat saya malas bergerak dan akhirnya tidak berkembang jadi apa-apa.

Belakangan ini, sebenarnya siklus ini terus berulang, saya terus berpikir akan ada hal apa yang terjadi hari ini, apakah yang terjadi tidak jauh dari hari kemarin.

Bangun dengan alarm. Melihat ponsel sebentar. Dengan mata kantuk menuju meja makan. Sarapan. Lalu mandi dan berangkat kerja. Macet. Panas. Macet. Panas. Kerja. Kerja. Ha ha hi hi. Makan siang. Ha ha hi hi. Kerja. Kerja. Kerja. Ha ha hi hi. Kerja. Kerja. Kerja. Ha ha hi hi. Sudah malam. Pulang. Macet. Macet. Sampai di rumah ganti baju. Melihat ponsel sampai kantuk datang. Lalu tidur dan bangun keesokannya dengan alarm.

Belakangan ini pula saya berpikir, apa saya tidak ingin melakukan hal luar biasa di luar sana, pergi ke antah berantah, bertemu dan tinggal dengan orang yang tidak saya kenal dan tidak mengenal saya, apa hidup melulu harus penuh dengan ritme yang seperti ini.

Sejauh mana kenyamanan membuat saya jenuh? Sejauh saya menghela nafas karena hidup saya ada di tempat yang sama. Bertemu dengan orang yang sama. Memulai drama hidup yang sama.

Saya belum jadi apa-apa. Puji Tuhan saya selalu diberi apa-apa.

Mungkin, hidup melulu dengan rutinitas. Lalu nyaman. Kemudian jenuh. Dan lagi saya hidup dengan tiga hal itu. Saat ini.

Thursday, October 9, 2014

"Wreck This Journal" - Keri Smith

Beberapa minggu belakangan ini saya sedang menggemari sebuah buku. Judulnya Wreck This Journal karangan Keri Smith. Yep, "Hancurkan Buku Ini"! Baru kali ini saya menemukan buku yang terserah mau saya apakan. Terserah!

Dengan petunjuk di setiap halamannya, membuat saya senyum-senyum, ketawa-ketawa sendiri. Saya cinta buku ini! Buku yang rela saya injak, saya robek, saya jilat, saya kasih ingus, saya bawa tidur, bahkan saya beri air sampai ia kuyup!

Kalau kalian punya banyak pikiran, stress akan kehidupan sehari-hari, beli buku ini! Membantu mengurangi stress dan membuat kita jadi lebih kreatif.

Selamat beraksi!



Thursday, September 4, 2014

Belanja Online



Kring.. Kring..
“Ya?”
“Mbak, paketnya udah datang.”
“Asikkk.. Makasih yaa..”

Oke, belakangan ini saya rajin banget beli sepatu di Zalora. Awalnya sih pengen beli sepatu olahraga, tapi apa daya daripada ngga dipake, jadi beli yang lain. Niat olahraga dulu aja deh yang harus saya beli. Hehehe…

Cari di sista-sista ngga ada yang oke. Pengen nyari sepatu yang simple, yang murah, tapi nyaman. Yang slip on gitu. Terus kepikiranlah nyari di Zalora. Dan jeng jeng jeng jeng… Banyak banget yang lucu!

 
Gara-gara saya beli sepatu biru dan pink ini, teman kantor jadi pada pengen. Nitip ini, nitip itu, yang ini lucu, yang itu lucu, jadi pengen beli semua. Mbak receptionist aja sampai bilang kalau ada paket dari Zalora pasti buat saya.


 
Gapapalahya sekali-kali beli banyak sepatu. Dan yang pastinya, belanja di tempat ini itu mudah, murah, dan berkualitas. Yeayyy..

Tuesday, July 22, 2014

Dear Kegelisahan

Dear Kegelisahan,

Hari ini tanggal 22 Juli 2014. Hari yang akan masuk dalam buku-buku sejarah Negara kita tercinta ini. Nanti, pukul 16.00 WIB akan diumumkan siapa yang akan memimpin Negara ini, yang akan menjadi Iman Negara kita.

Sesungguhnya ini membuat saya deg-degan. Antara ingin segera tahu dan ingin segera melewati hari ini. Jika saya punya remote control kehidupan, mungkin akan saya skip hari ini. Tapi, hidup tidak semudah itu bukan?

Berbagai berita seliweran. Katanya Negara ini siaga satu menghadapi pengumuman hari ini. Tentara dan polisi bersiaga, pun orang-orang dari kubu masing-masing. Saya juga siaga, dengan pikiran yang penuh hal-hal yang menakutkan.

Saya belum lepas dari pengalaman masa lalu. Berita tentang siaga, tentara, dan kerusuhan punya kenangan yang tidak menyenangkan buat saya. Salahkah saya kalau saya takut?

Pagi ini, jalanan agak sepi dari biasanya. Tapi pengguna jalan masih tidak sabaran seperti biasa. Masih banyak bunyi klakson jika kamu jalan terlalu lambat. Masih terasa hawa terburu-buru ingin sampai tempat tujuan. Debu pun masih memenuhi seluruh tempat. Pagi ini masih sama namun taklagi sama.

Semoga hari ini semua berjalan dengan lancar. Semoga hari ini baik-baik saja. Semoga ini hanya sekadar kegelisahan di pikiran saja. Semoga Tuhan masih bersama Negara ini.

Sunday, June 29, 2014

Hari Ulang Tahun Paling Mengesankan?

Menahan amarah adalah salah satu cara saya untuk belajar lebih dewasa. Kita selalu berharap menjadi anak kecil, tapi waktu selalu melaju ke kanan dan hidup diharapkan menjadi lebih baik. Salah satunya tentang emosi. Sebenarnya tulisan ini sih ngga akan membahas masalah itu. Hehehe..

Beberapa hari yang lalu di radio yang saya dengar sedang membahas hari ulang tahun yang paling mengesankan. Bermacam kenangan pun langsung muncul, tidak banyak, cukup membuat senyum.

Hari ulang tahun yang mana yang paling mengesankan dirimu?

Saya tidak suka acara ulang tahun, terlebih ulang tahun saya. Saya bukan orang yang suka tiba-tiba diberi kejutan seperti itu. Membuat salah tingkah dan tidak tahu harus bersikap seperti apa.

Tapi, peristiwa yang paling saya ingat adalah ulang tahun saya yang ke-17. Sebuah kejutan yang pertama kali saya dapatkan dan benar-benar membuat saya terkejut.

Setelah itu hari ulang tahun tiba-tiba menakutkan. Akan ada apa lagi tahun ini?

Mungkin cara saya menjadi dewasa adalah melewatkan hal-hal yang mencanggungkan diri. Tapi, apakah kemudian saya bisa menjadi dewasa? Bukankah saya malah menyakitkan orang-orang di sekitar saya yang sengaja memberikan kenangan baru di hari ulang tahun saya?

Entahlah, saya selalu merasa kepribadian saya unik, menyerempet aneh. Tidak bisa ditebak. Tidak bisa dijadikan panutan. Tidak bisa dibanggakan. Tapi biarlah. Saya masih terus belajar.

NB: sekian lama tidak menulis ternyata membuat tulisan saya pun tidak berkembang :(

Thursday, March 6, 2014

$#@=!#$@#

Pernah ngga sih lo ngerasa capeeee banget ngejalanin hidup lo? Lo muak sama semua yang terjadi sama diri lo? Ngerasa lo tuh sial, meski ngga paling sial di dunia ini sih, tapi pokoknya lo merasa jadi orang nelangsa sejagat raya.

Terkadang gw ngerasa kaya gitu. Tiba-tiba pengen menyendiri dari segala keramaian, cape jadi pusat perhatian, cape jadi bahan lucu-lucuan, cape jadi objek yang diketawain sama banyak orang. Gw sering banget mikir kaya gini: emang orang ngga bosen apa yah jadiin gw objek becandaan, emang ngga ada orang lain yang bisa bikin bahan ketawa yang lain, kenapa harus gw?

Mereka bilang gw lucu, gw cool, gw sabar, gw anu, gw ini, gw itu, gw bla bla bla. Tau ngga sih mereka kalo gw juga bisa bosen dan cape? Ya ngga tau lahhhhhh.. Kan gw bla bla bla...

Terkadang gw ngga pengen jadi diri gw yang kaya gini. Ngga pengen segala pusat perhatian dan bahan candaan ada di diri gw. Gw lebih nyaman duduk di pojokan gelap kok. Gw bukan tipe orang yang suka jadi pusat perhatian. Dan gw ngga sesabar itu kok.

Gw bisa cape. Gw bisa benci diri gw sendiri. Gw bisa ngga pengen jadi diri gw.

Ya, gw bersyukur, tapi...

Ya Allah...

T_T

Friday, February 28, 2014

Penutup

Dan hari ini pun ditutup dengan perpisahan. Seorang teman pergi dari tempat ini, harus memulai hidup baru, harus meninggalkan segala kesenangan yang pernah ia jalani selama ini. Ia akan bertemu dengan petualangan baru dan semoga segala yang baik mengikuti.

Selalu tidak suka dengan perpisahan. Dan perpisahan ini tidak dalam keriuhan biasanya. Tinggal beberapa orang dan pun tidak semua berpamitan.

Selamat tinggal pula Februari 2014. Harapku selalu sama, semoga bisa jumpa denganmu tahun berikutnya dengan pribadi yang jauh lebih baik. Semoga selalu ada kenangan manis yang kemudian ditinggalkan. Semoga bisa bertemu dengan banyak orang baik.

Selamat tinggal teman. Selamat tinggal Februari.

Salam untuk setiap daun yang lepas dari pohon lalu singgah di tanah yang basah. Semoga angin bertiup tidak terlalu keras, cukup saja memainkan helai-helai anak rambutmu.

Saturday, February 1, 2014

Surat Cinta Untukmu

Selamat tiba Februari. Semoga kamu penuh kebahagiaan dan kecerahan. Semoga kamu tetap manis dan penuh harap. Semoga kita bisa berjalan bersisian.

Tiba-tiba ingin memulai bulan ini dengan menulis surat cinta.

"Ya, surat cinta buatmu. Kamu yang sudah lama hinggap di kelopak mataku. Kamu yang membuat tidurku taknyenyak dan penuh rindu.

Sedang apa dirimu? Apa masih sibuk dengan jemari-jemarimu? Apa kau masih suka mendengarkan musik itu? Kau sudah makan? Sudah tidur?

Aku suka menatapmu diam-diam ketika kau serius membaca pesan singkat di handphone-mu. Aku kagum padamu yang tidak bisa diganggu itu. Aku suka menatapmu lekat-lekat kala kau tertawa lepas. Aku suka bertatap mata denganmu, karena matamu penuh binar anak kecil yang usil.

Apa kabar malammu? Sudahkah kamu mengagumi bulan malam ini? Bagaimana jika hujan turun nanti?

Terkadang perasaanku bagai dedaun yang runtuh dari ranting. Bergoyang bersama angin dan jatuh ke tanah. Memijak tapi hampa.

Terkadang aku seperti kaki-kaki yang berlari di atas rumput. Penuh kenyamanan yang takberkesudahan.

Terkadang aku seperti gelap, yang hanya butuh kamu agar bisa berpendar.

Aku bisa mencium aroma tubuhmu, bahkan dalam pikiranku. Aku bisa merasakan kegugupan yang tercipta kala itu. Aku bisa mendengar suaramu. Aku membayangkanmu.

Pada akhirnya surat ini tidak lagi menjadi surat cinta. Ia akan terbengkalai, lusuh, dan terabaikan. Malam terlalu pekat dan bulan terlalu malas diajak bicara. Aku hanya ingin tidur tanpa ada bayangmu di mataku.

Semoga kamu baik, Februari.

Friday, January 24, 2014

Kita Sepasang Sepatu

Baru aja kemarin sedikit curhat, eh nemu lagu yang pas banget. Lagu Tulus yang judulnya "Sepatu".

Tadi seorang teman yang sedang nonton video berkata, "Lagunya Tulus bagus yah." Pas saya lihat yang diputar lagu "Sepatu". Lagu itu berkali saya lihat di Path, tanpa rasa penasaran sampai hari ini. Dan ternyataaaaaaa itu gw banget!

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama, takbisa bersatu

Langsung jleb banget pas denger lagu ini!


Saturday, December 21, 2013

Selalu ada...

Selalu suka dengan perasaan jatuh cinta. Bisa tiba-tiba tersenyum jika ingat dia yang ada di kepala. Bisa tiba-tiba gila jika ia muncul di depan mata.

Tapi, yang paling saya suka adalah selalu ada rindu ketika kamu jatuh cinta.

Selamat hari libur. Semoga tidurmu tidak terganggu alarm pagi. Semoga angin di luar sana taklama-lama mengamuk. Semoga hujan turun tidak cepat-cepat.

Sunday, December 15, 2013

Pengingat

Sabtu kemarin, saya dan seorang sahabat duduk di salah satu tempat kopi di Bintaro. Tempat itu sudah sering kami kunjungi untuk temu rindu. Di sana meja sudah hampir penuh, tidak ada yang istimewa sampai seorang kakek di meja ujung memberikan pesanannya ke anak-anak yang mengojek payung di mall itu. Waiter disuruh membawa sepiring sandwich ke luar dan memberikannya kepada anak-anak yang basah kuyup itu.

Saya takjub. Saya terperangah. Saya malu. Bertapa beruntungnya saya diingatkan bahwa hidup itu senantiasa indah dan berarti. Bahkan waiter yang mengantarkan makanan itu ikut tersenyum haru.

Diberkatilah kakek baik hati itu. Semoga ia diberikan rezeki yang baik, diberikan kesehatan, dan diberikan kebahagiaan yang melimpah sepanjang hidupnya. Dan semoga kami yang melihatnya diberikan kesadaran bahwa hidup tidak sekadar diri dan keinginan masing-masing.

Selamat hari Minggu. Semoga matahari tidak mencubit pipimu terlalu sakit.

Sunday, December 1, 2013

Membuat Baru

Rasanya saya melihat ada debu dan jejaring laba-laba di blog ini. Rupanya saya lupa mengunjungi dan membersihkannya seperti dahulu. Dan akhirnya, saya menyingkirkan rasa malas untuk sedikit bercerita.

Ada perubahan besar dalam hidup saya belakangan ini. Saya punya banyak teman baru dan saya punya pekerjaan baru. Selamat, saya bekerja di Net Mediatama di divisi Talent Management. Masih belum jadi pegawai tetap, tapi mudah-mudahan akan terus berlanjut.

Make a new line. Ya, akhirnya saya membuat garis pertemanan yang baru. Untung saja saya tidak lupa bagaimana caranya berteman. Sekian lama berkutat dalam kelompok yang itu-itu saja membuat saya sedikit canggung. Tapi semua berjalan baik-baik saja (semoga) pada akhirnya.

Di akhir Oktober kemarin saya mengikuti pelatihan ala militer di Marinir Cilandak. Tanpa bekal semangat dan fisik yang bugar, saya pergi ke sana bersama 255 (atau 254) orang lainnya. Pikiran yang menakutkan sudah lalu-lalang. Tapi ketika seorang senior memberikan saran untuk ikhlas, saya melemaskan bahu dan menanamkan kata 'ikhlas' di kepala dan hati saya.

Sepanjang dua minggu pelatihan itu saya ikhlas. Menikmati nyaris setiap kegiatan, meresap banyak-banyak yang bisa dirasakan, menyimpan dalam-dalam kenangan yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan lagi. Sebenarnya saya berpikir, saya sedang apa sih di sana. Tapi, saya dan yang lainnya adalah orang-orang pencari yang harus ikut kata yang mencari.

Setelah dua minggu pelatihan di Marinir Cilandak, tantangan yang nyata dimulai. Kami masuk kantor. Rasanya lebih menegangkan ketimbang latihan militer. Di Militer Cilandak, jika kami berbuat kesalahan hukumannya jelas, push up, tiarap, merayap, dan hukuman fisik lainnya. Tapi ini dunia kerja yang hukumannya tidak dengan hukuman seperti itu. Kami semua tegang, akan seperti apa pekerjaan kami.

Ternyata banyak dari kami kaget. Wajar saja, ini dunia media. Jam kerja serabutan, tidak jelas dan tidak bisa diduga. Jam tidur berbalapan dengan jam kerja. Tubuh tiba-tiba harus dimaksimalkan kinerjanya, terlebih untuk teman-teman produksi.

Wajar saja mereka kaget, banyak dari mereka yang baru lulus kuliah. Biasanya terpola pada jadwal yang teratur. Harus bertemu dengan keadaan yang seperti ini tentu tidak mudah pada awalnya.

Satu persatu mulai tumbang, bukan hanya fisik tapi juga mental. Tapi sebisa mungkin kami sama-sama menguatkan, khususnya di pleton saya. Memberikan kalimat-kalimat positif yang mungkin tidak diberikan oleh pihak lain.

Saya hanya berharap tidak ada yang meninggalkan tempat ini dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Saya hanya berharap bisa terus bekerja dengan wajah-wajah terbakar yang saya lihat di Marinir Cilandak.
Sebelum makan
Wajah-wajah menghitam
Mari pulang, marilah pulang
Talent Management
Ternyata senja di Jakarta bisa cantik kaya gini (dari lantai 28)

Monday, October 28, 2013

O K T

Lagi-lagi bertemu dengan Oktober yang menakjubkan. Meski langit taktiap hari cerah, tapi udara masih tetap panas. Oktober dengan langit kelabu selalu membawa hujan yang tidak terduga.

Dia sudah jadi bulan favorit kedua saya entah sejak kapan. Beberapa kali memberikan kesan lebih menakjubkan daripada si bulan Februari. Beberapa kali Februari menjadi saat penantian dan Oktober tiba dengan senyumnya yang manis.

Semoga kaki ini bisa mantap memijak. Semoga matahari tidak mencubit terlalu sakit. Semoga angin sepoi-sepoi tidak jauh dari pipi. Semoga senja tetap oranye menyejukan. Dan semoga Oktober selalu jadi yang dinantikan.

Selamat hari Senin dengan gerimis-gerimis kecil. Di luar, langit berderu-deru. Ibu hujan akan turun tidak lama lagi.

Friday, October 4, 2013

Refleksi


Dan sungguh, sangat melelahkan jika kita harus bersikap tidak sabar dalam menghadapi kenyataan. Tidak mudah mengubah dunia karena mengubah diri sendiri saja begitu sulit.

Sungguh, melelahkan memandang semua dari kacamata kepala. Kadang telapak tangan pun butuh perhatian.

Ah, senja di Jatinangor taklagi sama. Mereka memuai bersama warna langit yang taklagi oranye.