Wednesday, June 5, 2013

John Grisham

Sejujurnya saya lebih menikmati membaca novel terjemahan ketimbang buku anak bangsa sendiri. Mungkin ini soal perkenalan. Saya lebih dulu berkenalan dengan novel terjemahan. Bahkan ketika masuk Sastra Indonesia, hanya sedikit (sekali) buku-buku Indonesia yang saya ketahui. Masuk ke sana hanya bermodal saya suka baca. Toh saya percaya saya bisa beradaptasi dengan karya Indonesia.

Saat ini The Rainmaker-nya John Grisham sedang menemani. Dan Beliau salah seorang penulis yang saya kagumi. Grisham yang juga seorang pengacara ini mengangkat tema-tema hukum dalam bukunya. Saya jadi banyak belajar, yah meskipun pelajaran itu tidak melekat lama di kepala.

Bermula dari buku A Time to Kill. Saya langsung jatuh cinta pada John Grisham. Bertanya bagaimana ia bisa membuat buku seperti ini. Ah, kalau kalian tidak mau membacanya, buku ini sudah difilmkan. Sila lihat di sini. 

Sekadar info, ketika googling saya menemukan kalau ternyata The Rainmaker juga sudah difilmkan. Hahahaha...

Dulu sempat menganggap bahwa sosok pengacara adalah sosok yang keren. Menuntut, mempertahankan, membela, membantu orang-orang yang butuh perlindungan hukum. Namun seiring berjalannya dunia pertelevisian, sosok itu tidak lagi jadi keren bagi saya. Banyak orang yang mencemarkan profesi itu.

John Grisham adalah pengacara-penulis yang keren. Tokoh-tokoh pengacara dalam buku-bukunya pun banyak yang keren :P

No comments:

Post a Comment