Wednesday, July 25, 2012

The Wednesday Letters


Buku ini dikemas secara berbeda dari kebanyakan buku yang dipajang di toko buku. Bentuknya menyerupai amplop berwarna merah. Dari judulnya, The Wednesday Letters, saya tahu bahwa buku ini pasti bercerita tentang surat dan cinta. Sayangnya waktu itu saya lebih memilih membeli buku lain yang memikat saya. Pepatah berkata kalau jodoh tidak ke mana, dan benar. Saya melihat buku ini bertumpuk-tumpuk di arena diskon buku. Terbelilah dia seharga Rp5.000.

Membaca beberapa bab membuat saya berpikir bahwa si pengarang, Jason F. Wright, pastilah pria yang romantis. Dalam buku ini diceritakan bahwa Jack selalu menulis surat kepada istrinya, Laurel, di hari Rabu. Dimulai dari hari pernikahan mereka dan berakhir di hari kematian mereka. Ah, manis sekali bukan!

Surat-surat yang ditulis Jack kadang hanya berisi kegiatan mingguannya, tapi banyak pula yang menyatakan perasaan cinta Jack pada Laurel. Jack tetap menulis surat meskipun dia berada dalam satu ruangan dengan Laurel.

Surat-surat itu ditemukan oleh ketiga anak mereka, Matthew, Malcolm, dan Samantha, di hari kematian mereka. Malam itu kepala Jack sakit. Sakit yang disebabkan oleh kanker yang dideritanya. Ia beristirahat lebih awal. Ketika Laurel masuk, siapa sangka bahwa takberapa lama Laurel akan terkena serangan jantung. Jack yang berusaha mencari bantuan nyatanya tidak bisa bergerak karena kondisi badannya yang lemah. Setelah menulis satu surat terakhir, Jack memeluk Laurel dan ikut pergi bersamanya.

Ketiga anak Jack dan Laurel menemukan bahwa surat-surat itu bukan hanya berisi perasaan pribadi kedua orang tua mereka. Ada rahasia besar yang dapat mereka cium dari beberapa surat yang ganjil. Rahasia yang berhubungan dengan Malcolm.

Untuk selanjutnya, baca sendiri yah bukunya kalau kamu penasaran. Hehehe...

Sebenarnya ada beberapa bagian yang terlalu dipaksakan dan terlalu kebetulan. Meskipun begitu satu hal yang saya sukai dari buku ini adalah kebiasaan menulis surat kepada pasangan di hari Rabu. Rasanya saya akan memulai menulis surat kepada pangeran tampan bermobil putih juga di hari Rabu. Siapa tahu nanti saya bisa menemukan pangeran tampan bermobil putih itu dan memberikan surat-surat hari Rabu kepadanya :D

No comments:

Post a Comment